Deepfake menjadi ancaman serius bagi otentikasi biometrik di sektor jasa keuangan karena kemampuannya untuk menciptakan video dan audio yang sangat realistis. Bagaimana cara konsumen melindungi diri dari pelaku penipuan?
Kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (ai) jika digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab tentu akan membawa bencana. salah satunya penyalahgunaan teknologi ai melalui deepfake, yakni media palsu untuk memanipulasi gambar, suara, atau video, sehingga tampak sangat realistis. Teknologi ini dapat membuat seseorang tampak mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukannya, dan sering kali digunakan untuk tujuan jahat seperti penipuan dan penyebaran informasi palsu.
Jika penyalahgunaan ini terjadi di ranah sektor jasa keuangan, maka dampaknya teramat sangat merugikan. Pelaku penipuan dapat meniru identitas seseorang dan mengelabui sistem verifikasi biometrik (pengenalan wajah atau suara) selama proses orientasi nasabah atau verifikasi transaksi.
Lantas bagaimana langkah antisipasi konsumen terhadap ancaman deepfake?
Pertama, hendaknya batasi jejak digital kita, misalnya dengan mengontrol unggahan di dunia maya. Jangan terlalu banyak membagikan foto atau video berkualitas tinggi secara publik di media sosial.
Kedua, kelola privasi dalam pengaturan akun media sosial. seperti membatasi akses kepada siapa saja yang dapat melihat konten kita. Semakin sedikit materi yang bisa diakses, semakin sulit bagi penipu untuk membuat deepfake yang meyakinkan.
Ketiga, perkuatlah keamanan akun kita. aktifkan otentikasi multifaktor (mFa) dengan menggunakan otentikasi berlapis untuk akun keuangan, seperti kombinasi biometrik, kata sandi, dan kode sandi satu kali (oTP) yang dikirimkan ke perangkat lain. ini memastikan bahwa akses memerlukan lebih dari sekadar data biometrik yang mungkin bisa direkayasa.
Keempat, waspadalah terhadap permintaan mendesak, jangan pernah langsung percaya jika ada video atau pesan suara yang mencurigakan yang meminta transfer dana segera. Selalu verifikasi permintaan tersebut melalui saluran lain atau hubungi langsung pihak yang bersangkutan.
Kelima, manfaatkan fitur keamanan yang disediakan lembaga keuangan. biasanya lembaga keuangan memiliki upaya mitigasi untuk menghadapi ancaman deepfake. umumnya, mereka sudah memakai fitur deteksi keaslian (liveness detection) yang fungsinya untuk membedakan antara wajah atau suara asli dengan deepfake. Fitur ini biasanya meminta konsumen untuk melakukan tindakan acak, seperti mengedipkan mata atau memiringkan kepala, untuk membuktikan bahwa mereka bukan rekaman atau deepfake.
Keenam, selalu tingkatkan literasi digital dan skeptisisme kita, ya. kenalilah tanda-tanda deepfake dengan mempelajari ketidaksempurnaan pada deepfake, seperti pergerakan mata yang tidak alami, pencahayaan yang aneh, atau distorsi pada audio.
Ketujuh dan yang terakhir, perhatikan permintaan informasi pribadi. Hindari memberikan data sensitif sebab lembaga keuangan sesungguhnya tidak akan pernah meminta data pribadi yang sensitif, seperti Pin atau oTP, melalui telepon, email, atau media sosial. Segera laporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan, sebab bisa jadi kita telah menjadi target serangan deepfake atau penipuan.
Masih dari teknologi keuangan, Qris Tap kini sudah resmi diluncurkan dan siap digunakan. apa itu Qris Tap? merupakan inovasi pembayaran digital yang memungkinkan penumpang transportasi umum membayar tarif dengan menempelkan ponsel ke mesin pembaca (tap-in/tap-out) tanpa perlu kartu fisik. Fitur ini dapat digunakan di beberapa moda transportasi seperti krL Commuter Line, mrT Jakarta, LrT Jakarta dan LrT Jabodebek, serta Transjakarta (non-brT dan di halte utama brT secara bertahap). Cara kerjanya adalah dengan menggunakan fitur Qris Tap di aplikasi e-wallet atau mobile banking pilihan kita. Fitur Qris Tap ini diiluncurkan bertepatan dengan momentum Festival ekonomi keuangan digital indonesia (Fekdi) dan indonesia Fintech summit & expo (iFse) 2025 di Hall b, JCC Jakarta, pada 30 oktober 2025. sebagai inovasi layanan digital, Qris Tap diharapkan dapat menghadirkan user experience yang baru dan akses keuangan yang inklusif bagi masyarakat. Tak hanya di Jabodetabek, bank indonesia juga mencatat 13 provinsi lain telah mulai mengadopsi Qris Tap di berbagai moda transportasi seperti bus damri dan angkutan perkotaan. ke depan, fitur ini juga akan diperluas ke sektor ritel, parkir, dan umkm, memperkuat posisinya sebagai standar pembayaran digital universal di Indonesia
*****
Sumber : Majalah Edukasi Konsumen Edisi Triwulan IV 2025