Bertemu dan Berpisah di Citibank

Ribut-ribut mengenai kasus debt collectorCitibank yang diduga melakukan kekerasan terhadap Nasabahnya hingga meninggal dunia, jadi tergerak dalam pikiran untuk menulis salah satu kisah menarik saya ketika membantu salah seorang Nasabah Citibank (sebut saja namanyaArdy) dalam menyelesaikan permasalahannya.

Karena memangtidak terjadi apa-apa dengan Nasabah yang saya bantu tersebut, bahkan sebaliknya bisa dibilang happy ending, saya jadi tidak bermaksud hendakmempersamakan kasus yang mau ceritakandengan kasus yang saya sebutkan di atas.

Paling yang mungkin bisa saya persamakan adalah faktor psikologis Nasabah yang karena sesuatu hal disuruh datang ke Citibank. Ada kesan seolah merasakan ketakutan yang amat sangat. Sehingga dalam contoh kasus nasabah yang minta untuk saya bantu, meskipun sudah saya yakinkan tidak seburuk yang dibayangkan, tetap saja Nasabah tersebut tidak yakin.

Entahlah, apa yang dia bayangkan. Dia sendiri yang lebih tau. Karena dia sendiri yang mengalami apa yang dialaminya ketika dihubungi debt collector Citibank yang menyuruhnya untuk datang.

Untuk yang lebih jelas dengan artikel ini bisa dibaca di Kompasiana dengan link:

Bertemu dan berpisah di Citibank

Silakan di klik langsung apabila ingin membacanya.

***



« (Previous News)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *